Pemblokiran Situs Dan Sikap Positif

Posted by Abonk on Sat, 04/04/2015 - 08:10

Bahasan ini saya pikir agak serius, tapi patern vbfk.com yang "kadang"  tak serius dan cenderung ngasal menjadikan bahasan ini "semoga" menjadi suatu bahasan yang jauh dari nilai kontroversi.

Bermula dari usulan BNPT kepada Kemkominfo RI tentang pemblokiran beberapa situs Islam (dengan madzhab/aliran) masing - masing, usulan BNPT ini ditanggapi serius dan reaktif dari berbagai kalangan,  terutama kalangan muda yang terbiasa dengan dunia online - online-an (terutama facebook dan twitter), rata - rata mereka menyikapinya dengan keras,  berbagai macam teori dikemukakan dengan cerdas, (walau agak liar terkadang hehe) -but never mind- lah itu menandakan mereka masih memelihara sikap kritis yang menandakan mereka punya prinsip dan integritas.

Namun sebagai orang yang tidak pernah setuju dengan kebanyakan pemblikoran, saya mencoba mengambil sikap dan langkah kooperatif terhadap pemblokiran ini. Dari jaman sebelum ini misalnya, pemblokiran – pemblokiran web selalu saya tentang (walau tak lantang, karna saya masih kecil hehe), saya mencoba  mengambil hikmah lain dari pemblokiran, dan ternyata dengan bersikap seperti itu saya jadi tau banyak hal, belajar lebih jauh tentang jaringan internet  terutama. Karna rasa ingin tau yang tak putus oleh blokir dan tak lekang oleh panas serta tak lapuk oleh hujan, saya menjadi seorang yang selalu mencari tau, dan akhirnya saya menjadi orang yang terimbas pemblokiran oleh Negara (jahhhh hahaha).

Nah pemblokiran kali ini saya mencoba menularkan sedikit sikap yang saya  dimulai dari paradigma dalam kepala, situasi kontemporer yang saya lihat belakangan ini, anak – anak muda sudah jauh dari budaya verbal, anti social, jauh dari lingkungan, dan ingin selalu instan. Coba lah tengok sekeliling, diangkot ketika berangkat kerja mereka sibuk dengan gadget, dibus ketika pulang kampung sibuk ngobrol dengan teman yang jauh via gedget, sehingga yang duduk mepet didekatnya tak tersapa. Budaya verbal yang hilang, seiring hilangnya empati pada yang dekat.

Budaya belajar tatap muka yang kemudian juga menjadi hilang, tabligh akbar yang sepi (buat apa tabligh akbar tokh bahasannya bisa di baca diweb, mending dirumah santai, mungkin itu mungkin isi kepalanya), kajian – kajian dimasjid yang sepi dan hanya diisi oleh orang – orang tua, ibu – ibu pula (sebab bapak – bapak sibuk ngasah batu akik hahaha).

Saya memandang ada baiknya juga beberapa situs berita Islam itu di tutup saja, tak ada pengaruhnya tokh ? paling berpengaruh kepada pendapatan pengelola websitenya, ke kita ? hamper tak ada haha. Kita suburkan kembali kajian – kajian offline, kita latih lagi budaya verbal kita, jangan hanya lancar ngetik tapi tak lancar orasi, haha demoooo

Dengan demikian kita telah menjadikan generasi kita generasi yang kuat, pemikiran islamnya adalah pemikiran islam yang terkendali (bukan dengan pemahaman masing – masing hasil baca dari web tanpa dijelaskan secara komprehensif oleh ustadz), setelah itubaru kita bikin lagi web – web islami, sebanyak yang kita mau.... karna bikin web itu gampang, namun menciptakan generasi yang kokoh secara pemikiran itu butuh perjuangan lebih di dunia offline.

Daripada sibuk mengutuk gelap lebih baik mulai menyalakan lilin bukan ? :D hehe

Kategory: